Kamis, 19 Maret 2015

Seputar Aperture dalam Fotografi


Pengertian
Aperture berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang lewat di lensa. Aperture juga berpengaruh terhadap apa yang disebut dengan "depth of field" atau ruang ketajaman, dimana objek utama akan terlihat lebih tajam sementara objek lain di bagian latar akan terlihat buram.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpmS9EQPMbnzhYoFCVHKrpnkyGao2n9EVXaFLNVPqIZh81C6WIxmOzWPdVPoYiJirA88_tAECbdnavDRq6OrXQGegVpwWpcqUvlzjwEPHwE2SJkFimuOsyJU_wMLLxnbcm-lXznagTsaI/s1600/aperture_scale.jpg

Depth of Field
Penggunaan aperture yang besar berpengaruh pada apa yang disebut dengan "Depth of Field" atau ruang ketajaman, dimana objek utama akan terlihat paling tajam sementara objek lain di bagian latar akan terlihat buram. Pengguna bisa mendapatkan efek ini jika menggunakan aperture besar, atau meningkatkan kedalaman ruang tajam dengan mengecilkan aperture sehingga objek lain terlihat lebih tajam.


TIPS
Besaran aperture yang dipilih adalah aktor utama untuk menetukan seberapa banyak area yang akan terlihat tajam. Makin kecil aperture dibuka (nilai f semakin besar) makin banyak area yang terlihat tajam. Semakin besar aperture maka ruang tajam semakin sempit dan objek utama akan terlihat lebih tajam. Semakin kecil aperture maka ruang tajam semakin besar dan objek lain di bagian latar akan semakin tampak.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar